Saturday, July 9, 2022

Jenis Propeller Kapal Laut (Baling- Baling)

Salah satu alat transportasi yang sering digunakan adalah kapal. Kapal laut bergerak dan bekerja sama dengan baling-baling yang teredam dalam perairan, yang memberinya kekuatan mendorong untuk bergerak.

Pada umumnya sistem operasi kapal dioperasikan oleh nakhoda, namun komponen penting tersebut harus selalu ada.

Ukuran kapal lebih besar dari kapal, sehingga membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk bergerak. Sebelumnya, lihat kontrol saat baling-baling bergerak agar kapal bisa naik.


Definisi Propeller atau baling-baling kapal laut


Baling-baling kapal adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah kapal laut. Bagian yang satu ini memiliki koneksi langsung dengan mesin kapal sehingga bisa melaju diperairan.


Prinsip kerjanya sederhana , yakni propeler akan berputar ditenagai oleh mesin dan menghasilkan gaya dorong menggerakan kapal laut saat melakukan perjalanan pelayaran.  


Ini berlaku ke hampir semua transportasi laut, semu jenis kapal yang berada diperairan mulai dari kapal pesiar, kapal tongkang, kapal kargo hingga Speedboat.


Ukurannya menyesuaikan dengan kebutuhan, bahkan untuk beberapa jenis kapal laut tidak hanya menempatkan satu baling-baling kapal saja. Terdapat beberapa bagian propeler yang bekerja menjadi tenaga dorong laju kapal.


Cara kerja baling-baling Kapal


Pembahasannya tidak hanya itu saja, anda juga perlu mengetahui cara kerja baling-baling kapal.

Bentuknya seperti daun kipas angin, bergerak menghasilkan energi gaya dorong yang dihasilkan oleh pembakaran mesin yang terhubung langsung sehingga kapal bisa melaju.


Lebih khusus lagi, penempatan dipusatkan pada mesin di ruang khusus kemudian dilekatkan pada alas yang terlihat di badan Kapal laut.


Propeller kapal merupakan Bagian penting bersentuhan langsung dengan perairan laut yang tenang. Baling-baling menggerakkan berat air dengan reaksi rotasi, yang langsung pada porosnya. Memutar mesin untuk bereaksi juga tidak harus dengan proses yang lambat.


Untuk mencegah keausan pada poros baling-baling karena putaran baling-baling yang konstan, bantalan harus dipasang di tengah untuk mengurangi gesekan langsung. Jumlah dan panjang baling-baling pada setiap kapal berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan kapal itu sendiri.


Model Dan teknologi Propeller Kapal Laut


Untuk gambaran yang lebih baik, ada baiknya untuk mengetahui berapa banyak jenis baling-baling yang ada berdasarkan bentuk dan penggunaannya. Berikut adalah beberapa macamnya penting yang perlu Anda ketahui.


1. Baling-baling pitch tetap / Fixed Pitch Propeller (FPP)

Jenis Propeller tetap
Marineinsight.com


Sebagai komponen utama yang menyebabkan kapal bergerak, propeller harus memiliki struktur yang sesuai dengan fungsinya agar kapal dapat berjalan dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi jenis propeller adalah jenis kapal itu sendiri untuk menjamin kenyamanan penumpang.


Selain jenis kapal, lambung juga akan terpengaruh. Demikian juga panjang dan lebar akan menentukan berapa diameter baling-baling yang seharusnya.Ini Merupakan Model yang paling umum digunakan  yakni Fixed Pitch Propeller atau FPP.


FPP adalah tipe tetap dan cocok untuk kapal besar dengan kecepatan rendah dan torsi relatif tinggi. Penggunaan FPP relatif irit dibandingkan dengan model propeller lainnya, karena hanya membutuhkan bahan bakar yang sedikit.


Dalam penggunaannya, Propeller jenis ini memiliki getaran yang sangat rendah dan gravitasi yang sangat rendah. Jenis ini menarik bagian dari setiap bilah baling-baling. Desain setiap tipe ini juga sebanding dengan muatan udara dalam aliran cairan.


Baca juga: Jenis dan Model Kapal Pesiar Terbesar


2. Baling-baling yang dapat disesuaikan / Controllable Pitch Propeller

Controllable Pitch Propeller


Jenis propeller lainnya adalah steerable propeller atau lebih dikenal dengan sebutan CPP. Baling-baling jenis ini memiliki pitch yang dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan. Perubahan ini juga biasanya menyesuaikan dengan kecepatan kapal yang digunakan.


Apabila kecepatan kapal yang digunakan pendek maka part dapat diubah menjadi ukuran pitch yang besar dan jika kecepatan kapal tinggi dapat diubah ke ukuran sebaliknya. Bentuk CPP ini sering digunakan pada kapal penangkap ikan dan kapal tunda yang beroperasi di dekat laut.


Propeller model ini memiliki efisiensi yang tinggi saat kapal sedang surut, karena yang perlu Anda lakukan hanyalah mengubah arah baling-baling dan tidak perlu memutar kapal. Kelebihan dari propeller jenis ini pasti akan meningkatkan efisiensi dari waktu ke waktu tanpa menghentikan kapal dalam waktu yang lama.


Ketika mempertimbangkan keuntungan menggunakan baling-baling, perlu juga diingat bahwa desain pitch seperti itu hanya memiliki satu bentuk. Oleh karena itu, seiring dengan perubahan posisi, kualitas secara bertahap akan menurun. 


3. Propeller dan kemudi gabungan / Integrated Propeller and Rudder

Propeller dan kemudi gabungan


Ini juga merupakan varian dengan kelas IPR atau propeller dan kemudi terintegrasi. Baling-baling model ini merupakan salah satu yang terintegrasi langsung ke dalam kemudi kapal agar kinerjanya lebih efisien.


Secara umum, IPR merupakan bentuk pengembangan lebih lanjut dari baling-baling untuk memaksimalkan fungsinya.


Bentuk fungsional HKI menguntungkan pengendalian kapal oleh kemudi, karena aliran air yang digerakkan oleh baling-baling memudahkan pengoperasian kemudi. Hal ini juga dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar untuk membuat kapal lebih efisien untuk digunakan. 


4. Baling-baling sekrup yang dapat disesuaikan / Adjustable Bolted Propeller

Adjustable Bolted Propeller


Jenis lainnya adalah memakai sekrup yang dapat disesuaikan, yang dikenal sebagai ABP. Baling-baling varian ini tampaknya merupakan hal baru dalam pengembangan FPP karena bentuknya yang hampir sama.


Perbedaan antara ABP dan FPP adalah dapat dibongkar menggunakan sambungan sekrup.


Bentuk ABP akan membantu Anda untuk menyesuaikan Propeller dengan kebutuhan kapal, karena dapat diasah atau diperpanjang.


Namun, karena desainnya dan poros yang berbeda, produksinya memakan waktu lama.


5. Nozel azimuth / Azimuth Thrusters

Azimuth Thrusters


Lalu ada dengan tipe Azimuth Thrusters. Tipe ini juga baik untuk memudahkan mundurnya kapal. Keuntungan dari propeller jenis ini adalah motor bergerak dari ketinggian, sehingga lebih sedikit ruang untuk memasang propeller.


Biasanya, mesin penggerak untuk jenis ini adalah mesin berbahan bakar listrik atau diesel. Karena bentuknya berbeda dengan propeller kapal pada umumnya, jenis ini sering juga disebut baling-baling vertikal. Secara fungsional,Model ini lebih baik, tetapi konstruksinya rumit, sehingga harganya mahal.


Kualitasnya tidak perlu diragukan lagi, meski harganya cukup merogoh kocek. Fungsi umumnya adalah penarik dan dapat diletakkan di depan poros motor.


6. Electrical Poods Propeller

Electrical Poods


Jenis propeller yang terakhir adalah jenis Electrical Poods sebagai jenis propeller yang menggunakan mesin listrik dengan daya antara 5 sampai dengan 25 watt. Tipe Propeller Kapal ini bisa menggantikan jenis baling-baling dengan poros dan kemudi dari yang lama. 


Jenis ini menggunakan teknologi Pod, jenis terbaik dalam aliran air. Bentuk casing yang digunakan dikembangkan dari mesin vertikal kemudian dipasang di bagian luar badan Kapal laut

7. Pendorong terowongan


Propeller ini yang ditempatkan di dalam terowongan biasanya digunakan untuk keperluan manuver (Strens / Bow Thruster), yang memudahkan manuver kapal terutama di pelabuhan. pendorong terowongan


8. Semburan air / Watter Jet


Penggerak perahu menggunakan pompa yang menarik air di depan dan mendorongnya ke belakang sehingga perahu dapat bergerak maju dengan timbulnya momentum. Propulsi ini paling efisien untuk kapal dengan kecepatan di atas 25 knot dengan tenaga mesin berkisar antara 50 kW hingga 36 MWatt.


9. Baling-baling Voith Schneider


Voith Schneider Propeller adalah bentuk propulsi angkatan laut yang menggunakan bilah vertikal yang berputar seperti cakram, di mana setiap bilah dapat menghasilkan daya dorong pada kapal. Sistem ini bekerja sebagai pengontrol pitch baling-baling helikopter (collective pitch control). 


Roda gigi pada mekanisasi propulsi ini pada saat berputar dapat mengubah sudutnya (berbentuk seperti hidrofoil) sehingga menghasilkan gaya dorong ke berbagai arah sehingga menyebabkan kapal tidak membutuhkan kemudi lagi. .


Jenis Propeller Kapal Laut (Baling- Baling)
4/ 5
Oleh

Dapatkan Update via email