Tuesday, November 22, 2022

Fungsi dan Jenis Sistem Ventilasi Pada Kapal Laut

Dalam hal apapun sebuah ruang yang akan ditempati dan digunakan oleh manusia membutuhkan adanya ventilasi, yakni terutama dalam hal yang ada di permukaan bumi. Ventilasi kapal berfungsi untuk melakuan pertukaran udara , sehingga akan tetap nyaman dan aman untuk kebutuhan oksigen manusia.

 

Ventilasi tidak hanya dibutuhkan pada Rumah, Adanya Ventilasi juga sangat diperluan di Kapal, Mobil dan lain sebagainya. Nah apa saja jenis Ventilasi kapal , sistem pertukaran udara seperti apa yan dilakukan untuk selalu mendapatkan angin segar.

Sistem Ventilasi di Kapal Laut


Sifat udara yang terlalu lama tersimpan (berada) didalam suatu ruangan sangat merugikan bahkan dapat mengganggu kesehatan manusia. 

 

Kesehatan Manusia akan terganggu diarenakan oleh udara yang sudah tidak sehat, untuk itu kebutuhan ventilasi kapal menjadi hal wajib dimiliki. Udara yang terlalu lama tersimpan tanpa melakukan pergantian dapat menyebabkan Kadar Uap Air meningkat, Zat Asam Udara akan menurun, Kadar Zat arang akan meningkat dan menyebabkan mengganggu kesehatan.

 

Untuk menghindari dan menjaga Keseimbangan Oksigen untuk kesehatan pengguna kapal, sirkulasi udara dilakukan di semua ruangan kapal seperti ruang makan, ruang tamu, ruang mesin, dll.
 


Maksud dan tujuan penghawaan melalui sistem ventilasi ini adalah agar udara di dalam ruangan di dalam kapal selalu bersih atau segar dan nyaman untuk kebutuhan manusia.

 

Selain itu, efek kerusakan pada bagian kapal dan kemasan kapal akibat tingginya muka air dapat dikurangi. Sistem ventilasi pada kapal terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Baca Juga: Penjelasan Galangan kapal Dan Fungsinya

1. Sistem Ventilasi Kapal Natural (Natural Air Ventilation)

Sistem Ventilasi Kapal


Pada prinsipnya sistem sirkulasi udara kapal ini menggunakan pergerakan atau angin luar alam sekitar secara alamiyah. Yakni dengan adanya adanya udara atau angin yang disebabkan oleh sinyal naiknya udara akibat perbedaan temperatur dan menjadi tekanan .


 
Ini merupaka sistem Pergantian udara paling ekonomis ini karena didasarkan pada pergerakan udara yang disebabkan oleh adanya arus udara.

 

Tetapi kekurangangannya adalah saat udara lingkungan sekitar sedang tercemar, maka ruangan kapal juga akan terpengarh.

 

Sistem sirikulasi kapal tabung vertikal dan penutup yang dapat diputar atau dilepas, sedangkan tabung tetap berada di kursi. Ventilator sering digunakan di dek bawah dan di dek bawah atau atas (Lower Tween Deck) atau Upper Mid Deck.

 
 
Ventilasi Udara di kapal laut jenis ini biasanya digunakan untuk penyerapan udara tetapi dapat digunakan untuk ventilasi jika diletakkan di bagian belakang sisi. Jika ventilasi dihubungkan ke ruangan di bawah tempat duduk, pabrikan harus memenuhi struktur atau ketinggiannya.


 
Panel yang digunakan sebagai deflektor udara harus memiliki penutup yang baik yang dapat dipindahkan atau dioperasikan dari bawah. Seperti ventilasi, Anda bisa menambahkan bagian belakang dengan membuat terowongan, sehingga angin bertiup di bagian ini dengan mudah. 

 

Saat Kondisi Udara panas Maka ruang dengan sendirinya akan naik di deflektor, akan dimasukkan ke dalam mulut produsen tempat udara naik dan mencapai kemajuan besar. 

 

Tiang muat (Mast) juga digunakan sebagai alat pembuangan limbah. Di permukaannya ditutup dengan penutup berbayar atau penutup jamur dari berbagai jenis. Ini dirancang sedemikian rupa sehingga air dari luar tidak bisa masuk ke dalamnya.


 
Celah dengan jalan keluar yang panjang seperti ini, yang bisa dilakukan di geladak, harus disegel. Penutupan ini penting jika ada cahaya di ruang atau gambaran udara yang jelas, mengingat pemasangan deflektor saluran masuk udara ditempatkan di belakang, sedangkan untuk ventilasi udara ditempatkan di depan ruang.
 

Baca Juga: Distributor Handle Pintu Kapal

2. Sistem Ventilasi Mekanis (Mechanical Ventilation)


Merpakan ventilasi kapal yang dibantu oleh adanya ventilator atau alat lainnya yang sejenis berputar didalam tabung. Prinsipnya sama dengan ventilasi biasa, hanya saja pada deflaktor - deflaktornya dilengkapi dengan alat - alat mekanis (kipas) yang digerakan dengan listrik yang biasa disebut dengan "Ventilator". Ventilator dibagi atas 2 macam, yakni model Ventilator dengan baling - baling biasa dan Ventilator dengan baling - baling sentrifugal



Diatas kapal penumpang dan kapal barang yang modern, ventilation didalam kamar - kamar dipergunakan "Air Condition". Udara didalam kamar - kamar dihisap keluar, dikeringkan lalu diatur pada suhu yang diinginkan dan ditiupkan kembali ke kamar - kamar dengan apa yang disebut "Louvers". Udara juga dapat dialirkan melalui pipa - pipa udara yang berbentuk persegi empat (Duct) yang mempunyai cabang - cabang yang sempit.



Pada sistem air conditioned ini maka suhu dalam kamar dapat diatur menurut kehendak yang sesuai dengan badan kita hingga terasa nyaman, saluran udara biasa dipasang pada plafon kamar dan lain - lain dan akhirnya disatukan untuk diisap (dimasukan) udaranya dengan ventilator.



Sebab - sebab utama yang mengakibatkan kerusakan pada muatan dan bagian - bagian kapal ialah kelembaban udara. Kerusakan - kerusakan ini dapat dihindarkan dengan membuat agar kelembaban relatif tidak terlalu tinggi. 

 

Pada kelembaban relatif ± 30%, tidak akan terjadi kerusakan - kerusakan tersebut, disamping itu ternyata bahwa udara lembab yang tidak bergerak menimbulkan uap air dan jamur. Oleh karena itu, di dalam palka maka lewat dinding sekat muka dan belakang dibuatkan deflaktor udara yang disambungkan ke pipa - pipa udara yang mendatar diruang bawah, palka deck antara bawah atau atas.


Supaya setiap pojok - pojok palka mendapatkan ventilasi yang sempurna, maka dibuat kipas (Deflaktor) pemasukan udara lebih kaut dibandingkan pengeluaran udara, dengan demikian di dalam palka terdapat tekanan yang lebih hingga udara luar itu tidak akan masuk lewat tutup - tutup palka bawah palka deck antara bawah atau atas. Aliran udara diatas permukaan muatan mengarah ke pipa - pipa atau deflaktor pembuangan. Dengan klep - klep maka aliran udara dapat diatur.


#3. Jendela

Ventilasi berikutnya adalah Jendela, selain sebagai penerangan. Namun pada jenis jendela hidup dapat dibuka dan berguna untuk mempermudah proses udara masuk dan keluar.

 

Umumnya Jendela kapal terbagi menjadi beberapa tipe, jendela bulat fix atau jendela Mati, dan jendela Bulat Hidup hingga model jendela kotak.

 

Penempatan Jendela dan bentuknya menyesuaikan kebutuhan, misalnya jendela bulat erengsel dipasang pada dinding sekat rumah geladak, samping sekat bangunan atas geladak, dan lain sebagainya.

 

Sedangkan Jendela kapal segi empat dipasang di area bangunan atas geladak, Misalnya Ruang Publik, Ruang VIP, maupun di lorong-lorong kapal.

 

Bahan pembuatan jendela kapal umumnya memakai logam yang tidak mudah berarat, misalnya aluminium, Kuningan, dan lain sebagainya.



#4. Pintu

Selain jendela , pintu juga menjadi tidak hanya menjadi akses keluar masuk sesorang, namun bisa juga sebagai sirkulasi udara.

 

Terdapat banyak jenis pintu kapal, misalnya pintu kedap air atau Watertight Door), Pintu kedap Cuaca (Weathertight Door) , Pintu tidak kedap air, dan model Pintu Kedap Gas (Gasestight Door).



Sama dengan pintu pada umumnya, pintu kapal juga dilengkapi dengan engsel dan handle pintu untu membuka dan menutup. 

 

Fungsi Ventilasi di Kapal

Fungsi Ventilasi kapal ini sangat vital, yakni terutama memiliki peranan penting sebagai media untuk pertukkaran Udara sehat dan udara kotor agar dalam kapal tetap sehat dan bersih.

 

Pertukaran udara tersebut untuk menjaga dan mempertahankan kelebaban dan keshatan udara hingga temperatur ruangan.

 

Kenyamanan akan tercipta didalam kapal tersebut dengan sistem ventilasi yang baik dan mencukupi. Sealin itu, hal ini juga bermanfaat menjaga kualitas muatan pda kapal kargo.

 

Dengan adanya ventilasi ini maka akan mentralisir gas berbahaya yang ada dalam kapal kargo ,sehingga secara Prinsip ventilasi aras kapal berpengaruh untuk semua lini , mlai dari kesehatan, kelebaban, temperatur.

 

Dapat kita simpulkan fungsi ventilasi udara kapal sebagai berikut:

  1. Menurunkan Temperatur Udara dalam kompatemen dan memberikan udara segar.
  2. Pada Kapal Kargo, Mapu mencegah kerusakan terhadap muatan yang bersifat rentan panas, mudah membusuk, mudah terbakar dan kontaminasi udara.
  3. Memuang Gas beracun yang mudah mengganggu kesehatan atau potensi bahaya lain.
  4. Mencegah terjadi kelembaban, keringat kapal yang bisa merusak.
  5. Mencegah terjadinya penipisan oksigan akibat oksidasi pada muatan baja dan pembentukan karat.
  6. Memberikan keamanan pada semua awak kapal yang ada didalamnya.

Dalam peraturan sistem sirkulasi udara memiliki beberapa faktor, mulai dari saturation, Relatve Humidity, Wet and dry bulb temperature, dew poin measurement.

Itulah pembahasan tentang Jenis Ventilasi Kapal dan Sistem yang diterapkan. Sehingga dengan adanya petukaran udara memungkinkan perjalanan pelayaran menjadi aman dan nyaman, baik untuk penumpan maupun Muatan Barang di kapal Kargo.

Fungsi dan Jenis Sistem Ventilasi Pada Kapal Laut
4/ 5
Oleh

Dapatkan Update via email